Studium Generale: Balanced Scorecard


Sabtu, 14 Oktober 2017, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Unpas menyelenggarakan Studium Generale dengan tema “Balanced Scorecard”. Kegiatan ini diisi oleh Bapak Ir. Toto Ramadhan, MT., sebagai pembicara.

Balanced Scorecard adalah sebuah “strategi”, diawali dalam studi yang dilaksanakan oleh Kaplan dan Norton (1992), melihat ada kelemahan pada pengukuran kinerja yang dapat menonjolak pencapaian tujuan secara terpisah, bahkan cenderung kompetitif yang pada akhirnya mengakibatkan konflik. Di dalam manajemen strategi ada dua tahapan penting, yakni tahap perencanaan dan implementasi. Fungsi Balanced Scorecard disini hanya sebagai alat ukur kinerja secara komprehensif kepada para eksekutif dan memberikan feedback mengenai kinerja manajemen. Dampak dan keberhasilan penerapan Balanced Scorecard memicu para eksekutif untuk menggunakan Balanced Scorecard pada tahapan perencanaan strategi.

Balanced Scorecard diturunkan dari visi dan strategi. Kedua hal tersebut menjadi kunci yang mengingatkan bahwa perusahaan sesungguhnya digerakkan oleh visi dan misi. Apabila visi dan misi dinyatakan dengan baik, maka ini akan menjadi mesin penggerak semua kegiatan.

Keunggulan dari Balanced Scorecard yaitu komprehensif dimana dapat memperluas perspektif yang dicakup dalam perencanaan strategik, koheren dengan membangun hubungan sebab-akibat diantara berbagai sasaran strategik, seimbang untuk menghasilkan kinerja keuangan yang berkesinambungan, dan terukur pada parameter sehingga sasaran tercapai.

Kelemahan Balanced Scorecard yakni korelasi yang buruk antara ukuran perspektif non-finansial dan hasilnya, terpaku pada hasil keuangan (fixation on financial improvement), tidak ada mekanisme (no mechanism for improvement), ukuran-ukuran tidak diperbarui (measures are not up to date), terlalu banyak pengukuran (measurement overload), dan kesulitan dalam menetapkan trade-off (difficult in establishing trade off).


Singkatnya, Balanced Scorecard adalah suatu konsep pengukuran kinerja yang sebenarnya memberikan kerangka berkesinambungan untuk menjabarkan visi ke dalam sasaran-sasaran strategik. Sasaran strategik yang komprehensif dapat dirumuskan karena Balanced Scorecard menggunakan empat perspektif yang satu dan lainnya saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Namun, selain keunggulan tersebut juga terdapat beberapa kelemahan Balanced Scorecard.

No comments:

Post a Comment